Minggu, 08 Desember 2019

Persepsi Orang Tua Tentang Pelayanan Penitipan Anak Rindani Samarinda


ABSTRAK
Hartini Setyaningrum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman. Judul penelitian Persepsi Orang Tua Tentang Pelayanan Penitipan Anak Rindana Samarinda. Dalam proses penulisan dibimbing Oleh Bapak Drs, Riyadi M.Si. sebagai pembimbing I dan Ibu Dra. Sudillah, M.Pd sebagai pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang persepsi orang tua terhadap pelayanan penitipan anak.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran secara sistematis tentang persepsi orang tua terhadap tempat penitipan anak Rindana samarinda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi.
            Berdasarkan uraian diatas maka kesimpulannya adalah meningkatkan Persepsi orang tua terhadap Tempat Penitipan Anak Rindana Samrinda, bukan hanya    berdasarkan dari iuran yang di bayar, akan tetapi dilihat juga dari segi keamanan anak dari kecelakaan dan kemungkinan terlantar saat di tinggalkan orang tuanya.




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
      Pembangunan sangatlah erat hubunganya denan masyarakat indonesia sebagai bangsa yang membangun. Dalam proses pembangunan, kesejahteraan sangat perlu diperhatikan dalam pembangunan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat indonesia yang sangat dibutuhkan, guna menunjang pembangunan secara menyeluruh.

      Kesejahteraan yang diinginkan adalah kesejahteraan yang meliputi kesejahteraan seluruh masyarakat indonesia seperti yang termuat di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “... Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial...”. dengan demikian pelaksanaan kesejahteraan sosial identik dengan perbuatan atau pekerjaan yang dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada kehidupan keluarga dan kesehatan anak serta penyesuaian sosial yang semuanya ini sudah tentu memerlukan partisipasi dari seluruh masyarakat. Begitu pula dengan pembangunan nasional yang menuntut partisipasi aktif dari seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan status dan jenis kelamin yang mendorong kaum wanita untuk ikut berkarya di dalam meningkatkan produktivitas kerja menuju pembangunan bangsa.

      Seperti diketahui bahwa dewasa ini banyak ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah dan tidak sedikit diantara mereka yang memiliki anak usia balita, yang tentu saja menimbulakan soal pengsuhan anak balita ini selama si ibu meninggalkan rumah. Seorang ibu yang bekerja diluar rumah tentu mengharapkan sang anak memperoleh pengasuh yang terbaik untuk mengembangkan jiwa dan raga si anak., hal ini penting sebab si anak akan berpisah dan sang ibu paling tidak selama 7 jam setiapa harinya.

      Khususnya di daerah Kotamadya Samarinda tercatat kurang lebih 100 orang ibu pegawai negeri yang mempunyai anak usia balita (brosus YKAI 2009:3), tentu saja hal ini menimbulkan permasalahan dalam mengasuh si anak selama ditinggal oleh si ibu pola pengasuhan yang dikenal umumnya mempercayakan pengasuhan kepada pembantu atau baby sitter, yaitu mulai dari makan,minum, gant pakaian, sampai ke hal bimbingan yang bersifat edukatif harus bergantung dengan sang pengganti ibu dan peran sang pengganti ibu harus memperhatikan perkenmbngan anak, apakah anak perkembangannya positif, negatif atau membahayakan bagi pertumbuhan anak.

      Suasana pembangunan yang lebih terfokus di bidang ekonomi ditambah dengan era globalisasi dewasa ini telah membawa pengaruh yang tidak lagi bisa dibendung, mengalir deras tanpa kenal batas. Tawaran untuk menikmati gaya hidup global telah memacu semua orang untuk bekerja tak kenal waktu. Kondisi demikian ini telah mengubah tatanan kehidupan keluarga termasuk memunculkan penampilan ibu yang berada dalam peran dan fungsinya selaku penyelenggara rumah tangga dan pendidik anak. Pemunculan ibu dalam kegiatan luar rumah (bekerja, melakukan kegiatan sosial-budaya) yang mewarnai keghidupan keluarga di perkotaan, menimbulkan pertanyaan tentang hasil yang bisa diperoleh dari pendidikan anak. Pernyataan ini menjadi terasa lebih bermakna karena ayah tak juga menjadi surut dari kegiatannya di luar rumah, behkan cenderung meningkat seiring dengan tuntutan kehidupan, padahal kehadiran keduanya sangat diperlukan anak, tak peduli berapapun umumnya.

      Kaitannya dengan itu, siapa yang layak ditunjuk dan diserahi tangggung jawab sebagai ‘keluarga pengganti’ (mengandung makna bukan mengambil alih atau menghilangkan tanggung jawab dan fungsi keluarga seutuhnya, melainkan hanya untuk mengganti sementara waktu selama orang tua berhalangan dalam memberikan pendidikan sehingga anak terhindar dari stagnasi proses tumbuh kembang), tampaknya merupakan fenomena yang akan mewarnai wajah keluarga di perkotaan di masa depan. Fenomena ini tentunya perlu disikapi sungguh-sungguh sejak sekarang, karena tidak mudah memperoleh ‘keluarga pengganti’ dalam keluarga yang bisa membantu dan berperan turun temurun, dari generasi  ke generasi, seperti yang pernah dialami pada era sebelumnya.

      Dalam perspektif tersebut, pemahaman mengenai berbagai kebutuhan perkembangan anak serta pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang si anak, termasuk pemahaman mengenai lembaga yang dapat dijadikan alternatif pemenuhan kebutuhan dasar perkembangan anak, menjadi salah satu cara untuk mengerti persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kecenderungan berkurangnya funsi keluarga dalam melaksanakan pengasuhan dan pendidikan, yang pada gilirannya bisa mengupatakan pemecahannya dalam memilih ‘keluarga pengganti’ yang dapat meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

      Menyerahkan pengasuhan anak pada pembantu rumah tangga memerlukan pertimbangan , dimana usia balita merupakan perkembangan anak sangat rawan, karena di usia anak harus mendapatkan pendidikan, pengasuhan dan pembinaan yang cukup. Selain itu kesehatan dan pemenuhan gizi pada makanan yang diberikan sangat perlu diperhatikan, agar pertumbuhan mental dan fisik anak seimbang, dimana anak ini kelak akan menjadi generasi penerus untuk membangun bangsa dan negara. Oleh karena itu orang tua tidak bisa mempercayakan pengasuhan anaknya pada orang yang belum diketahui kualifikasinya di dalam pengasuhan anaknya, mengingat pentingnya pendidikan dan pengasuhan yang terbaik untuk masa depan anak-anaknya.

      Seiring dengan perkembangan jaman dimana kini sudah mulai dikenal suatu lembaga penitipan anak yaitu tempat Penitipan Anak Rindana, yang berada di Kotamadya Samarinda, yang memberikan pelayanan kepada ibu-ibu yang memiliki anak di usia balita yang ibunya bekerja di luar rumah. Sebagai suatu lembaga kesejahteraan sosial, tempat penitipan anak-anak sangat memperhatikan tingkat pelayanan. Untuk menunjang pelayanan yang diberikan di tempat ini juga disediakan berbagai fasilitas seperti ruang pendidikan, ruang kesehatan, ruang tidur, tempat tidur, alat-alat bermain, dan fasilitas penunjang pemberian pelayanan yang baik di samping pengasuhan, pendidikan dan pembinaan yang diberikan kepada anak-anak.

      Pelayanan yang diberikan tidak mengurangi minat pengguna jasa untuk menitipkan putra putrinya di tempat Penitipan Anak Rindana Samarinda. Sehingga penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya pelayanan tempat Penitipan Anak Rindana.

B.     Rumusan Masalah
      Memperhatikan tentang uraian dari latar belakang masalah dalam penelitian maka rmusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; Bagaimana persepsi orang tua tentang pelayanan Penitipan Anak Rindana Samarinda ?



C.    Tujuan Penelitian
      Setiap kegiatan yang dilakukan harus mempunyai tujuan yang jelas, dengan berpatokan pada tujuan yang telah ditetapkan tersebut, maka kegiatan yang dilaksanakan menjadi terarah dan mempunyai pedoman untuk mencapai tujuan tersebut.
      Adapun yang menjadi tujuan dalam penellitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi orang tuatentang pelayanan Penitipan Anak Rindana.


D.    Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan mempunyai kegunan antara lain.
1.      Bagi instasi terkait khususnya tampat Penitipan Anak Rindana Samarinda, diharapkan hasil penelitian ini juga dapat dijadkan masukan yang positif dalam rangka meningkatkan pelayanan penitipan anak-anak.
2.      Bagu orang tua, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi semua mana pelayanan yang telah diberikan oleh Tempat Penitipan Anak Rindana Samarinda
3.      Bagi masyarakat, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi tentang pelayanan yang di berikan di Tempat Penitipan Anak Rindana Samarinda.


  

BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN


A.    Definisi Operasional

      Setelah variabel ini didefinisikan, maka variabel tersebut perlu di definisikan secara operasional.

      Effendi (1975 : 4), menyatakan bahwa : “definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel”.

      Suryabrata (1995:76), mengemukakan pendapat definisi operasional yaitu : definisi operasional adalah definisi yang berdasarkan atas sifat-sifat yang dapat diamati atau observasi. Konsep dapat diamati atau diobservasi ini penting karena hal yang dapat  diamati itu membuka kemungkinan bagi orang lain selain peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.

Dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah Persepsi Orang Tua.

     Definisi Operasional dalam penelitian Pelayanan Pelayanan Penitipan Anak dengan indikator sebagai berikut :

1. Pelayanan Fisik
a. Kegiatan menidurkan anak
b. Mengganti pakaian
c. Memberi makanan
d. Menemani bermain
d. Menjaga
e. Perawatan
2. Pelayanan Edukatif
            a. Pendidikan kepribadian
            b. Pengenalan tentang nama, bentk, dan warna berbeda
            c. Pengenalan lingkungan
            d. Pola asuh
3. Pelayanan bidang kesehatan
            a. Pelayanan medis yaitu pemeriksaan kesehatan
            b. pengenalan dalam pengaturan menu dan pemberian makanan
            c. kebersihan lingkungan

B.     Waktu dan Tempat Penelitian

      Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan. Adapun tempat penyelenggaraan yaitu di Tempat Penitipan Anak Rindana Kotamadya di jalan S. Parman Samarinda.

C.    Data dan Sumber Data

      Suatu penelitian perlu di tetapkan populasi yang akan ditelitinya, karena besar kecilnya populasi dapat mempengaruhi hasil penelitian. Menurut Moleong (2004 : 224) “sampel pada penelitian kualitatif ini adalah dengan menggunakan purposive sampling.” Didalam penelitian kualitatif tidak ada sampel acak, tetapi sampel bertujuan.

      Berdasarkan pendapat tersebut maka penulis akan mengambil sampel sebagian sumber data dengan teknik purpose sampling yakni pengambilan sampel berdasarkan tujuan yaitu untuk mengetahui Persepsi Orang Tua Tentang Pelayanan Penitipan Aank Rindana Samarinda.

D.    Teknik Pengumpulan Data

      S. Nasution (1988 : 54 ), menyatakan “Tentang pengumpulan data menyebutkan bahwa dalam penelitian naturalistik data dikumpulkan terutama oleh peneliti sendiri secara pribadi dengan memasuki lapangan “.

     Melihat pendapat dia atas, maka data dalam penelitian ini diproleh dari orang tua yang menitipkan anaknya pada tempat Penitipan Anak Rindana Samarinda.





      Adapun teknik pengumpulan data yang dilaksanakan adalah :
1.      Wawancara (interview)
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

2.      Dokumentasi
Guba dan Lincoln (1981:228), dokumentasi adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik.

Kegunaan dokumentasi sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan meramalkan. Guba dan Lincoln (1981:235)

Teknik ini yang digunakan untuk memperoleh data tentang tempat penitipan anak-anak Rindana dan tentang pelayanan yang di berikan.

3.      Observasi
Observasi merupakan salah satu metode khusus ntuk mendapatkan fakta. Apa yang dimaksud dengan observasi dapat dilihat pada apa yang dikemukakan oleh Pauline V. Young yang dikutip Bimo Walgito (2004:63), sebagai berikut :

      Observasi suatu penelitian yang dijalankan secara sistematis dan sengaja diadakan dengan menggunakan alat indera (terutama mata) atas kejadian yang langsung dapat ditangkap pada waktu kejadian itu terjadi.

E.     Teknik Analisis Data

      Adapun cara untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Maka penulis mendasarkan pada pendapat S. Nasution (1988:126), menyatakan bahwa “Analisis data adalah proses menyusun data agar dapat ditafsirkan”.

      Dengan demikian analisis data merupakan proses menggolongkan atau mengelompokkan datan dalam pola tertentu, memberikan makna kepada data yang kemudian disusun untuk memudahkan mencari hubungan antara konsep.


       Ada tiga tahapan dalam analisis data, yaitu:

1.      Reduksi Data
Reduksi dapat diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada   penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul di catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan,menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpilan-kesimpulan finalnya dapat di tarik dan diverifikasi.
1.      Penyajian Data
Alur penting yang kedua dari kegiatan analisis adalah penyajian data. Penyajian dikatakan sebagai sekumpulan informasi yang tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian-penyajian data dapat dilakukan dengan berbagai jenis matriks, grafik, jaringan,dan bagan. Semua di rancang guna membangun informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih, dengan demikian seorang penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi, dan menetukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran dikiaskan oleh penyajian sebagai sesuatu yang mungkin berguna.
3.         Menarik Kesimpulan/Verifikasi
Data yang diperoleh dilapangan dan telah disajikan dalam berbagai bentuk penyajian perlu disimpulkan/diverifikasi. Penarikan kesimpulan ini diperlukan sebagai analisis data yang sangat penting guna memperoleh gambaran yang jelas tentang segala sesuatu yang ada dalam penelitian.


BAB 4
HASIL PENELITIAN

A.    Keadaan Lokasi Penelitian

1.      Sejarah Berdirinya Tempat Penitipan Anak (TPA) “Rindana” Samarinda

      Sebagai salah satu lembaga yang mempunyai tujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan anak di indonesia, maka Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia cabang Kalimantan Timur yang didirikan dengan surat keputusan No.006/YKAI/C/84 dan disempurnakan oleh No.007/YKAI/PC/92, telah berusaha pula untuk menciptakan berbagai program yang mampu membantu membina dan mengembangkan kondisi kesejahteraan anak balita secara fisik an sosialnya.

      Tempat penitipan anak sebagai salah satu program atau kebijaksanaan pelayanan yang ditetapkan oleh pemerintah dibawah departemen sosial.

2.      Tujuan dan Fungsi Tempat Penitipan Anak (TPA) “Rindana” Samarinda

      Tujuan tempat penitipan anak rindana samarinda adalah sebagai berikut:
a.       Membantu ibu-ibu untuk memperoleh ketenangan dan prestasi kerja yang optimal.
b.      Menghindari anak dari kemungkinan terlantar pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani, serta sosialnya secara wajar.
c.       Menumbuhkan, meningkatkan dan menetapkan pertisipasi masyarakat dimana penerima pelayanan berada.

      Fungsi tempat penitipan anak (TPA) Rindana Samarinda adalah :
1)      Sebagai pusat pelayanan kesejahteraan anak yang mempunyai fungsi sebagai berikut :

a)      Pengembangan
b)      Perlindungan
c)      Pendidikan
2)      Sebagai pusat informasi dan konsultasi anak dalam jangka panjang TPA Rindana berfungsi sebagai berikut :

a)      Pameran photo
b)      Pembuatan brosur tentang SPA Rindana Samarinda dll

3.      Struktur Organisasi Tempat Penitipan Anak Rindana Samarinda
     
      Sesuai dengan keputusan ketua yayasan kesejahteraan anak indonesia No.12/02/YKAI/1989, tentang struktur organisasi tempat penitipan anak rindana samarinda.

4.      Pegawai atau pengasuh di temapat penitipan anak Rindana Samarinda tahun 2013 adalah seperti tabel berikut ini :

Tabel 5. Susunan pegawai dan pengasuh di Tempat Penitipan Anak Rindana
NO
NAMA
PENDIDIKAN
JABATAN
1.
2.

3.
4.
5.
6.
7. 
8.
9. 
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.   
Ny. H.A.A
Ny. H.SA

Dr. NS
Rh
Dra. S
Iby
A
AF
RR
TS
H
S
F
H
N
W
AJ
Ny. L
PRJ
M
SGKP
SGTK

Sarjana
Amd
Sarjana
SMA
SMA
SMPS
SPG
SMPS
SMKK
SMKK
SPG
SMA
SMA
SPG
MAN
SMA
SMP
SD
Pimpinan TPA
Wakil pimpinan TPA
Tempat
Dokter Anak
Perawat
Pyskolog
Tata Usaha
Tata Usaha
Pengasuh
Guru
Pengasuh
Pengasuh
Pengasuh
Guru
Pengasuh
Pengasuh
Pengasuh
Pengasuh
Tukang Masak
Tukan Cuci & Kebun

Sumber data : Tempat Penitipan Anak Rindana
5.      Anak anak yang ada di tempat penitipan anak rindana samarinda

     Anak anak yang ada di tempat penitipan anak rindana terlihat dalam tabel sebagai berikut ini :

Tabel 6 : Status dan jumlah anak asuh di TPA Rindana samarinda
NO
USIA
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH
1.
2.
3.
4.

1 Tahun – 2 Tahun
2 Tahun – 3 Tahun
3 Tahun – 4 Tahun
4 Tahun – 5 Tahun
5
9
6
5
2
10
7
6
7
19
13
1

JUMLAH
25
25
50

Sumber data : Tempat Penitipan Anak Rindana Samarinda

6.      Sarana dan Prasarana Tempat Penitipan Anak Rindana

Tabel 7 : Sarana dan Prasarana di tempat penitipan rindana samarinda
NO
NAMA RUANGAN
JENIS BARANG
JUMLAH
1.







2.




3.







4.





5.




6.



7.  

8.




9.




Ruang Bayi







Ruang Kesehatan




Ruang Monitor







Ruang Anak





Ruang Pendidikan  




Kantor



Ruang Tamu

Ruang Dapur




Ruang Makan
-          Meja Bayi
-          Almari Persalinan
-          Almari Pakaian
-          Meja Makan
-          Box Bayi
-          Tempat Duduk
-          Ayunan
-          Meja Kerja
-          Almari Obat
-          Tempat Periksa
-          Tempat Waskom
-          Meja Kerja
-          Meja Panjang
-          Almari Terbuka
-          Filing Ashahi
-          Mesin Ketik
-          Telepon
-          Komputer
-          Dipan
-          Box
-          TV + Video
-          Tipe Recorder
-          Almari Pakaian
-          Laci Buku
-          Meja + Kursi
-          Almari Dinding
-          Laci Peralatan
-          Meja Guru
-          Meja + Kursi Tamu
-          Meja Kerja
-          Almari
-          Meja Tamu
-          Kursi Tamu
-          Meja Besar
-          Almari Dinding
-          Rak Piring
-          Mesin Cuci
-          Meja Makan
-          Kursi Makan



3 buah
1 buah

1 set
1 buah
4 buah
1 buah
9 buah
2 pasang
2 buah
1 buah
1 pasang

3 pasang
1 buah
1 buah

1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
35 buah
4 buah
1 pasang
1 buah
1 set
1 set
40 pasang
2 buah

1 set
1 pasang
1 set
3 pasang

1 buah
2 set
2 set
1 buah
1 buah

1 buah
1 buah
5 set
5 set











B. Persepsi orang tua tentang pelayanan fisik
      Penulis mewawancarai keluarga yang menitipkan anaknya di tempat penitipan anak Rindana Samarinda, keluarga tersebut adalah keluarga Bapak Anggi penulis menemui istri beliau adalah Ibu Eni Kusmariani. Ia mengatakan ia menitipkan anak di tempat penitipan anak rindana sebanyak 1 anak dikelas 3 tahun keatas.

C. Persepsi Orang Tua Tentang Pelayanan Edukatif
      Untuk pelayanan edukatif penulis mewawancarai orang tua yang memiliki anak yang berusia 2 tahun keatas, karena untuk anak usia bayi belum dilaksanakan. Untuk pelayanan pendidikan edukatif pihak penitipan anak memberikan keterangan bahwa untuk pendidikan dasar anak diajarkan untuk memasuki pendidikan taman kanak-kanak.

D. Persepsi Orang Tua Tentang Pelayanan Kesehatan
      Jadwal pemeriksaan kesehatan setiap seminggu sekali yaitu setiap jum’at dan setiap bulan orang tua akan menerima kartu yang berisi laporan kesehatan anak, misalnya berat badan anak, tinggi badan anak. Jika anak yang dititipkan sakit maka pihak penitipan menyediakan obat generik dan dokter siap dipanggil setiap di perlukan.








BAB 5
PEMBAHASAN

      Persepsi merupakan suatu pandangan bagi setiap individu terhadap objek tertentu, pada stimulasi yang berkaitan dengan alat indera seseorang bagi pengamatannya sehari-hari. Dari sinilah dapat diketahui setiap individu seseorang yang memiliki pandangan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Khususnya bagi orang tua yang menitipkan anaknya, di Tempat Penitipan Anak yang dalam penilaiannya bahwa pelayanan di TPA baik menurut pandangan si A akan tetapi menurut pandangan yang lain mungkin kurang baik atau bahkan tidak baik.
      Dari hasil penelitian sebelumnya untuk pelayanan terdapat dua pelayanan yang belum dilaksanakan yaitu kebersihan pakaian dan alat-alat bermain. Hal ini menurut mereka pakaian yang tidak menggunakan label nama anak sehingga pakaian anak dapat tertukar dengan yang lainnya, sebagai orang tua merasa khawatir jika ada di antara anak menderita penyakit kulit yang dapat menular kepada anak yang lainnya. Sehinnga orang tua lebih yakin jika anak menggunakan pakaian dari rumah.
      Mengenai alat bermain dimana kurang sebanding antara jumlah anak dengan jumlah alat bermain anak yang disiapkan oleh Tempat Penitipan Anak.
     Tempat Penitipan Anak merupakan rumah kedua bagi anak asuh. Dimana mereka banyak menghabiskan waktu pada siang hari di tempat dan melakukan kegiatan sehari-harinya, dalam rangka melatih kemampuan anak. Dengan demikian dapat diketahui bahwa, didalam diri anak-anak sudah tertanam kelekatan dan kesediaan untuk melakukan suatu perbuatan yang berasal dari luar luar dirinya, yang ini bersumber dari jalinan yang terjadi antara anak asuh dan pengasuh.
      Mendidik anak merupakan masalah yang sangat kompleks dan serius karena memerlukan perhatian yang khusus diantaranya, kesabaran, ketekunan dan kebijaksanaan yang besar. Karena anak balita tergantung pada pertolongan orang tua atau orang lain, dengan kata lain anak tersebut masih belum dewasa. Oleh karena itu peranan penitipan anak sebagai rumah pengganti dan pengasuh sebagai orang tua pengganti, yang merupakan tempat anak mendapatkan bimbingan yang pertama dan utama yang terpikul dalam tanggung jawab yang tidak ringan mengingat tugas mereka sebagai orang tua pengganti dalam mendidik anak yang di titipkannya. Sehingga bentuk pendidikan yang akan diberikan kepada anak harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak pada ingkatan usia tertentu.
      Berdasarkan dari hasil penelitan tentang pelayanan kesehatan, kurangnya perhatian pihak penitipan anak terhadap anak yang sakit, hal ini disebabkan karena pihak penitipan anak hanya mampu menyediakan obat generik serta pihak penitipan anak akan segera memulangkan anak yang tiba-tiba sakit saat dititipkan karena pihak penitipan tidak berani menanggung resiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Keterbatasan penyediaan obat ini dikarenakan berkaitan dengan dana yang dimiliki pihak tempat yang sangat minim. Sebagai realisasi dari pelayanan kesehatan tempat penitipan anak di evaluasi dan di kontrol terus menerus oleh dokter atau petugas kesehatan yang lain.
      Pelayanan dalam pengaturan menu turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik maupun kecerdasannya adalah pemberian atau pengaturan menu makanan yang teratur dan variasi dalam pemberian makanan. Disesuaikan dengan keperluan tubuh anak yaitu makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna.
      Terhadap kebersihan, pihak penitipan memiliki kepedulian dengan lingkungan penitipan yang aman dan nyaman. Hal tersebut menunjukkan betapa perhatian pihak penitipan pada kesehatan anak-anak, agar perkembangan anak tidak terganggudan anak betah berada di tempat penitipan pada saat ditinggal oleh orang tuanya.
      Penitipan anak merupakan tempat mengasuh anak dan memberikan pendidikan anak usia balita sesuai dengan perkembangan jiwanya. Bertolak dari pernyataan tersebut Tempat Penitipan Anak Rindana Samarinda, sebagai salat satu tempat yang memberikan pelayanan pendidikan dan bimbingan serta asuhan kepada anak sesuai dengan pertumbuhan baik secara fisik maupun jiwanya sehingga kesejahteraan anak balita secara berkesinambungan mendapat perhatian yang lebih baik, disamping untuk membantu para orang tua untuk memperoleh ketenangan dan prestasi kerja yang optimal dan menghindari anak-anak kemungkinan terlantar pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani serta sosialnya secara wajar selama orang tua anak asuh bekerja.






BAB 6
PENUTUP

A. Kesimpulan
      setelah penulisa menguraikan persepsi orang tua tentang pelayanan Temoat Penitipan Anak Rindana Samarinda, sampailah penulis pada kesimpulan sebagai berikut :
1.      Persepsi orang tua terhadap Tempat Penitipan Anak Rindana Samrinda, bukan hanya    berdasarkan dari iuran yang di bayar, akan tetapi dilihat juga dari segi keamanan anak dari kecelakaan dan kemungkinan terlantar saat di tinggalkan orang tuanya.
2.      Informasi dan komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak penitipan anak sangat berpengaruh dalam usaha pengawasan dan perkembangan kesehatan dan psykologi anak, serta pemecahan masalah yang berhubungan dengan anak asuh yang ada di TPA Rindana Samarinda.
3.      Persepsi orang tua terhadap pelayanan fisik tergolong dengan baik, yang dilaksanakan dari 15 pelayanan hingga ada 2 pelayanan yang belum dilaksanakan

B. Saran
      Dengan tujuan “Tempat” sebagai keluarga pengganti yang berarti pula Ttempat” berfungsi sebagai pendidik utama bagi anak asuh, terpikul tanggung jawab untuk menghindarkan anak dari kemungkinan terlantar pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani serta sosialnya secara wajar, maka “tempat” diharapkan :
1.      Melakukan cara pengasuhan yang dianggap tepat pada saat ini, yaitu cara pengasuhan yang memungkinkan intensifnya perhatian, bimbingan dan pengawasan terhadap anak asuh yang di titipkan setiap harinya.
2.      Pegawai atau pengasuh sebagai keluarga asuh hendaknya ditingkatkan kemampuannya. Begitu pula tenaga profesional hendaknya di penuhi, minimal dalam jumlah yang seimbang dengan kebutuhan anak dalam “Tempat” sesuai dengan cara pengasuhan yang berlaku.
3.      Sarana dan prasarana serta dana untuk pelayanan anak asuh hendaknya dgunakan secara maksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan mengingat semakin banyaknya peminat pengguna jasa penitipan anak

DAFTAR PUSTAKA

Fadhil, Nurdin. 1990. Pengantar Studi Kesejahteraan Sosial. Bandung : Penerbit         Angkasa.
Kartini, Kartono. 1990. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung : Penerbit Mandar Maju.
Kartini, Kartono. 1990. Psikologi Umum. Bandung : Penerbit Mandar Maju.
Mar’at. 1981. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukuran. Bandung : Fakultas Psikologi Universtas Padjadjaran  
Mardalis. 1995. Metode Penelitian Pendekatan Proposal. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara
Muhammad Husaini dan Muhammad Noor. 1978. Himpunan Istilah Psykologi Untuk SLTA dan Umum. Penerbit Mutiara Jakarta.
Siahaan H.M. 1983. Peranan Ibu Bapak Mendidik Anak. Bandung : Penerbit Angkasa.